Jumat, 11 Mei 2012

MAKALAH FUNGSI DAN TUJUAN EVALUASI PENDIDIKAN



TUGAS TERSTRUKTUR
DOSEN PENGAJAR
EVALUASI PENDIDIKAN
Dr. Dina Hermina, M. Pd.





FUNGSI DAN TUJUAN EVALUASI PENDIDIKAN



IAIN




OLEH

RAFI’ATUN NAJAH QOMARIAH
1101230522

SYARIFAH
1101230526

WAHIDDIANNOR
1101230530



INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
BANJARMASIN
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Setiap perbuatan dan tindakan dalam pendidikan selalu menghendaki hasil. Pendidik selalu berharap bahwa hasil yang diperoleh sekarang lebih baik dan memuaskan dari hasil yang diperoleh sebelumnya, untuk menentukan dan membandingkan antara satu hasil dengan lainnya diperlukan adanya evaluasi.
Diakui bahwa kritik-kritik sering muncul tentang sistem pendidikan yang sering berubah dan tidak seimbang. Kurikulum yang kurang tepat dengan mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak  berfokus pada hal-hal yang seharusnya diberikan dan lain sebagainya. untuk mengatasimasalah yang seperti ini perlu adanya evaluasi pendidikan, agar setiap kekurangan ataupunkegagalan pada kurikulum yang diajarkan bisa diperbaiki pada kurikulum yang akan datang.Ruang lingkup pendidikan sangat luas, mulai dari masukan(input), proses sampaihasil (output) yang diperoleh. Ketika proses pembelajaran dipandang sebagai proses perubahan tingkah laku siswa, peran penilaian dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting. Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan suatu proses untuk mengumpulkan,menganalisa dan menginterpretasi informasi untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan itu sudah sesuai dengantujuannya maka harus dilakukan umpan balik.
2.      Rumusan Masalah
A.    Apa Fungsi evaluasi pendidikan itu?
B.     Apa saja Tujuan Evaluasi Pendidikan?
BAB II
PEMBAHASAN
TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN
A.    Fungsi evaluasi pendidikan
Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok, yaitu:
1.      Menguukur kemajuan
2.      Penunjang penyusunan rencana
3.      Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali[1]
Jika dilihat dari fungsi diatas setidaknya ada dua macam kemungkinan hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi , yaitu:
A.    Hasil evaluasi yang diperoleh dari kegiatan evaluasi itu ternyata mengembirakan, sehingga dapat memberikan rasa lega bagi evaluator, sebab tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan.
B.     Hasil evaluasi itu ternyata tidak mengembirakan atau bahkan mengkhawatirkan, dengan alasan bahwa berdsar hasil evaluasi ternyata dijumpai adanya penyimpangan, hambatan, atau kendala, sehingga mengharuskan evaluator untuk bersikap waspada. Ia perlu memikirkan dan melakukan pengkajian ulang terhadap rencana yang telah disusun, atau mengubah dan memperbaiki cara pelaksanaannya. Berdasar  data hasil evaluasi itu selanjutnya dicari metode-metode lain yang dipandang lebih tepat dan lebih sesuai dengan keadaan dan keperluan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pungsi evaluasi itu memiliki fungsi: menunjang penyusunan rencana.
Sedangkan secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari 3 segi:
1)      Segi psikologis, kegiatan evaluasi dalam dunia pendidikan disekolah dapat disoroti dari 2 sisi, yaitu sisi peserta didik dan dari sisi pendidik.
Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara psikologis akan memberikan pedoman atau pegangan batin kepada mereka untuk mengenal kapasitas dan status dirinya masing-masing ditengah-tengah kelompok atau kelasnya.
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kapasitas atau ketepatan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini yang telah membawa hasil, sehingga secara psikologis ia memiliki pedoman guna menentukan langkah-langkah apa saja perlu dilakukan selanjutnya.
2)      Segi didaktik.
Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara didaktik(khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan prestasinya.
Bagi pendidik, evaluasi pendidikan secara didaktik itu setidak-tidaknya memiliki 5 macam fungsi, yaitu:
a.       Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya.
b.      Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.
c.       Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
d.      Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
e.       Memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditetukan dapat dicapai.
3)      Segi administratif, evaluasi pendidikan setidak-tidaknya memiliki 3 macam fungsi:
a.       Memberikan laporan
b.      Memberikan bahan-bahan keterangan (data)
c.       Memberikan gambaran[2]
Jika ditinjau dari berbagai segi dalam sistem pendidikan, maka fungsi evaluasi ada beberapa hal;
1.      Evaluasi berfungsi selektif
Dengan cara mengadakan evaluasi guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi terhadap siswanya. Seleksi itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara lain;
a)      Untuk memilihg siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.
b)      Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya
c)      Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
d)     Untuk memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya

2.      Evaluasi berfungsi diagnostic.
Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa. Di samping itu diketahui pula sebab-musabab kelemahan itu.
3.      Evaluasi berfungsi sebagai penempatan
System baru yang kini banyak dipipulerkan di negeri barat, adalah system belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik itu berbentuk modul maupun paket belajar yang lain. Sebagai alasan dari timbulnya system ini adalah adanya pengakuan yang besar terhadap kemampuan individual. Akan tetapi disebabkan keterbatasan sarana dan tenaga, pendidikan, yang bersifat individual kadang-kadang sukar sekali di laksanakan. Pendekatan yang lebih bersifat melayani perbedaan kemampuan, adalah pengajaran secara kelompok. Untuk dapat menentukan dengan pastidi kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, digunakan suatu evaluasi. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil evaluasi yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.[3]

4.      Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan.
Fungsi keempat dari evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa factor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana dan system kurikulum.[4]
Adapun fungsi Evaluasi dalam proses pengembangan system pendidikan dimaksudkan untuk;
1)      Perbaikan system
2)      Pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat
3)      Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan[5]
Kalau dilihat dari prinsip evaluasi yang terdapat pada Al-qur’an dan praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.  Maka evaluasi berfungsi sebagai berikut[6]:
1)      Untuk menguji daya kemampuan manusi beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi (QS. Al-Baqarah 155)
2)      Untuk mengetahui sejauh mana atau sampai dimana hasil pendidikan wahyu yg telah diaplikasikan Rasulullah SAW kepada umatnya (QS. An-Naml 40)
ترتبط وظائف التقويم بالغاية المحددة له، أو بطبيعة القرار الذي سيتم اتخاذه. فاللجوء إلى التقويم يتم في فترات مختلفة، لمعرفة هل بإمكان التلميذ أن ينجح (المصادقة على التعلم)، أو هل هناك صعوبات تحول دون استيعاب التعلمات (تعديل النشاط التربوي)، أو هل يتوفر على الأسس الضرورية لمتابعة التعلم توجيه.[7]

B.     Tujuan Evaluasi Pendidikan
Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu, input, transformasi dan output. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu ; guru, media dan bahan beljar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran.
Jika kita ingin melakukan kegiatan evaluasi, terlepas dari jenis evaluasi apa yang digunakan, maka guru harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu tentang tujuan dan fungsi evaluasi. Bila tidak, maka guru akan mengalami kesulitan merencanakan dan melaksanakan evaluasi. Hampir setiap orang yang membahas evaluasi pula tentang tujuan dan fungsi evaluasi. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut tentang tujuan materi, metode, media sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri. Sedangkan tujuan khusus evaluasi pembelajaran disesuaikan dengan  jenis evaluasi pembelajaran itu sendiri, seperti evaluasi perencanaan dan pengembangan, evaluasi monitoring, evaluasi dampak, evaluasi efisinensi-ekonomi, dan evaluasi program komprehensif. [8]
Dalam konteks yang lebih lulas lagi, Gilbert Sax (1980 : 28) mengemukakan tujuan evaluasi dan pengukuran adalah untuk  “selection, placement, diagnosis and remediation, feedback : norm-referenced and criterion-referenced interpretation, motivation and guidance of learning, program and curriculum interpretation, formative and summative evaluation, and theory development”.
Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya. Tindak lanjut termaksud merupakan fungsi evaluasi dan dapat berupa[9]:
1.      Penempatan pada tempat yang tepat
2.      Pemberian umpan balik
3.      Diagnosis kesulitan belajar siswa
4.      Penentuan kelulusan


BAB III
SIMPULAN
Seorang pendidik melakukan Evaluasi disekolah mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui peserta didik yang mana yang terpandai dan terbodoh di kelasnya
2.      Untuk mengetahui apakah  bahan yang telah diajarkan sudah dimiliki oleh peserta didik atau belum
3.      Untuk mendorong persaingan yang sehat antara sesama peserta didik
4.      Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mengelami didikan dan ajaran
5.      Untuk mengetahui tepat atau tidaknya guru memilih bahan, metode dan berbagai penyesuaian dalam kelas.
6.      Sebagai laporan terhadap orangtua peserta didik dalam rapor, ijazah, piagam dan lain sebagainya.
Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.









DAFTAR PUSTAKA
Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Rajawali Grafindo Persada, 2003
Daryanto, Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2010
http://majala.educa.ass.ma/articles.php?lng=ar&pg=69
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Radar Jaya Offset, 2008
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1995
Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Dapartemen Agama RI, 2009


[1]Anas Sudijono, Pengantar evaluasi pendidikan, (Jakarta: PT Rajawali Grafindo Persada, 2003) hal 8
[2] Anas Sudijono, Ibid, hal 14
[3] Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010) hal, 16
[4] Dr. suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) hal 11.
[5] Daryanto, Op, Cit. hal 17
[6] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Radar Jaya Offset, 2008) hal 224
[7] http://majala.educa.ass.ma/articles.php?lng=ar&pg=69
[8] Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan islam Departemen Agama RI, 2009)
[9] Daryanto, Op, Cit, hal 11 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar